Diduga Ada Permainan, Penyaluran BBM Subsidi di SPBU Tapalang Barat Diminta Dihentikan

Ket foto ilustrasi
MAMUJU, SULAWESI BARAT –20/2/26 Penyaluran BBM subsidi jenis Bio Solar di SPBU Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju, menuai sorotan. Depot Pertamina diminta segera menghentikan distribusi sementara guna dilakukan evaluasi menyeluruh.
Hal ini menyusul dugaan praktik penyimpangan dalam penyaluran BBM subsidi yang dilakukan oleh manajer SPBU berinisial TN alias Toni. Berdasarkan pantauan media dan keterangan narasumber terpercaya, distribusi Bio Solar diduga tidak sesuai prosedur operasional standar (SOP).
Seorang narasumber mengungkapkan bahwa setiap kali pasokan BBM subsidi masuk sekitar 10 ton, hanya sekitar 4 ton yang benar-benar disalurkan kepada masyarakat atau pengguna yang berhak. Sementara sisanya diduga dialokasikan kepada pihak tertentu.
“Ada dua orang yang direkomendasikan oleh manajer, masing-masing mendapatkan sekitar 3 ton. Harganya juga jauh di atas ketentuan subsidi,” ungkap sumber tersebut.
Tidak hanya itu, pada distribusi dengan volume sekitar 8 ton, disebutkan bahwa sekitar 3 ton diberikan kepada satu pihak tertentu, sementara sisanya dijual dengan harga yang bervariasi.
Praktik ini diduga melanggar aturan penyaluran BBM subsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak, seperti nelayan, petani, dan sektor usaha kecil.
Sejumlah pihak pun mendesak agar BPH Migas serta Ombudsman Republik Indonesia segera turun tangan melakukan pemeriksaan, termasuk menelusuri rekaman CCTV di SPBU Tapalang Barat.
Pihak manajer SPBU Tapalang Barat yang berusaha dikonfirmasi melalui telepon genggamnya tidak memberikan tanggapan dan memilih bungkam.