BREAKING NEWS

KETUA GP ANSOR KABUPATEN SOPPENG IKUTI PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL (PKN-X) DAN SUSBANPIM (KURSUS BANSER PIMPINAN-IX)

KETUA GP ANSOR KABUPATEN SOPPENG IKUTI PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL (PKN-X) DAN SUSBANPIM (KURSUS BANSER PIMPINAN-IX)

INDEPENDEN.CO.ID_MAKASSAR, 28 Juni 2026 Ketua GP Ansor Kabupaten Soppeng, Sukardi, S.H.I., mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN-X) yang diselenggarakan secara bersamaan dengan SUSBANPIM (Kursus Banser Pimpinan-IX) oleh Pimpinan Pusat GP Ansor. Kegiatan tersebut berlangsung pada 23–28 Juni 2026 di Pondok Pesantren Tahfiz Imam Ashim, Makassar.

PKN merupakan jenjang kaderisasi kepemimpinan tertinggi di lingkungan GP Ansor yang bertujuan mencetak kader-kader pemimpin yang memiliki kapasitas intelektual, spiritual, organisatoris, dan kebangsaan. Sementara SUSBANPIM menjadi wahana pembentukan kepemimpinan strategis bagi jajaran Banser agar semakin profesional dalam menjalankan tugas pengabdian kepada organisasi, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam pelatihan tersebut, terdapat tiga nilai utama kepemimpinan yang menjadi fondasi pembentukan karakter seorang kader, yaitu loyalitas, kedisiplinan, dan kebersamaan. Ketiga nilai tersebut diharapkan mampu melahirkan pemimpin yang setia kepada organisasi dan cita-cita perjuangan, disiplin dalam menjalankan amanah, serta mampu membangun solidaritas dan kerja sama dalam setiap pengabdian.

Keikutsertaan Sukardi, S.H.I. dalam PKN-X menjadi bukti konsistensinya dalam menempuh proses kaderisasi secara berjenjang. Riwayat pengkaderannya di GP Ansor meliputi:

* PKD (Pelatihan Kepemimpinan Dasar) Tahun 2012 di Pondok Pesantren Yasrib Soppeng.

* DTD (Diklatsar Terpadu Dasar) Tahun 2017 di Pondok Pesantren NU Sering.

* PKL (Pelatihan Kepemimpinan Lanjutan) Tahun 2018 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Gowa.

* Suspelat Tahun 2022 di Asrama Haji.

* PKN (Pelatihan Kepemimpinan Nasional) Tahun 2026 di Pondok Pesantren Tahfiz Imam Ashim, Makassar.

Jauh sebelum aktif di GP Ansor, Sukardi telah dikenal sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan. Ia mengawali proses kaderisasinya di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) pada tahun 1999 di Universitas Islam Makassar. Pengalaman panjang di PMII menjadi fondasi penting yang kemudian memperkuat kiprahnya dalam organisasi Nahdlatul Ulama, khususnya GP Ansor.

Sukardi menyampaikan bahwa mengikuti PKN bukan sekadar memenuhi jenjang kaderisasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan organisasi yang semakin kompleks.

_"PKN mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan hanya soal kemampuan memimpin, tetapi juga tentang loyalitas terhadap organisasi, kedisiplinan dalam menjalankan amanah, serta membangun kebersamaan sebagai kekuatan utama dalam setiap perjuangan. Nilai-nilai inilah yang akan terus kami bawa untuk memperkuat GP Ansor Kabupaten Soppeng agar semakin bermanfaat bagi masyarakat,"_ ujarnya.

Melalui keikutsertaan dalam PKN-X dan SUSBAMPIM-IX ini, diharapkan Ketua GP Ansor Kabupaten Soppeng dapat membawa semangat baru dalam penguatan organisasi, pengembangan kader, serta meningkatkan kontribusi nyata GP Ansor bagi kemaslahatan umat, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan penguatan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah di Kabupaten Soppeng. (*)