MOI WAJO & ADVOKAT KENDARI BERKOLABORASI MONITORING KAWASAN HUTAN PRODUKSI YANG DIKLAIN GAKUM DISHUT SUL-SEL
MOI WAJO & ADVOKAT KENDARI BERKOLABORASI MONITORING KAWASAN HUTAN PRODUKSI YANG DIKLAIN GAKUM DISHUT SUL-SEL
INDEPENDEN_WAJO SULSEL - Tanah Kebun masyarakat seluas kurang lebih 70 hektare yang memiliki SPPT / PBB di Dusun Deraga Desa Paselloreng Kec. Gilireng Kab. Wajo Provinsi Sulawesi selatan yang di KLAIN oleh GAKUM ( Penegakan Hukum ) Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi selatan.
Sehingga pada hari minggu, 21 Juni 2026 MOI DPC Kab, Wajo dan Advokat dari Kendari Sulawesi Tenggara berkolaborasi melakukan Monitoring di dusun deraga Desa Paselloreng guna melakukan Cek In Ricek tanah kebun masyarakat yang nyata nyata memiliki SPPT / PBB yang dibayar setiap tahunnya.
Tim Advokat dari Kendari bersama Ketua MOI DPC Kab. wajo Marsose Gala melakukan Pemantauan dan Monitoring di Dusun Deraga Desa Paselloreng Kec, Gilireng Kab, Wajo, dan hasil monitoring di lokasi yang di kalain pihak Dinas Kehutanan sebagai Kawasan Hutan Produksi ada sejumlah dokumen dan Fasilitas yang berpotensi menggugurkan syarat sebagai Kawsan hutan antara lain sebagai berikut :
1. Ditemukan ada SPPT / PBB yang diterbitkan Pemerintah dan Pemilik Kebun sudah berpukuhan tahun membayar Pajak.
2. Ditemukan ada dua Pekuburan tua, yakni Pekuburan tua To Subuh, dan Pekuburan tua Massalenrange, hal tersebutditemukan di dusun deraga Desa Paselkoreng Kec, Gilireng
3. Ditemukan dua Pondok atau tempat tinggal para pemilik Kebun.
4. Ditemukan dikebun masyarakat, ada Tanaman Cengkeh, rambutan, kayu jati dan lai lainnya
Demikian Pres realise Marsose Gala Ketua MOI DPC Kab. Wajo, rabu, 24 Juni 2026 Kepada sejumlah awak media di sengkang.
Marsose gala, menambahkan dan menceritakan Medan atau tantangan yang dilalui untuk melihat lansung yang diduga atau yang diklain GAKUM DUSHUT Sebagai Kawasan hutan Produksi, ada tiga Sungai - Sungai airnya setinggi paha orang dewasa dan ada dua Pendakian dan tanjakan yang sulit dilalui selain motor Trail karena licin dan berlumpur.
Msrsose Gala, mengaku takut menyebrangkan motor yang digunakan ditiga Sungai - sungai sehingga dibantu oleh masyarakat Penunjuk jalan, saya dua kali jatuh, Pertama jatuh di jembatan jembatan darurat dan Kedua ditanjakan pendakian berbatu batu, Licin dan penuh lumpur, tapi bukan cuma saya yang jatuh kesemua yang menyetir motor juga pada jatuh.- Tutur Marsose Gala Mantan Wartawan harian Palopo pos Fajar Group. ( Tim )
