BREAKING NEWS

KADIS DLH WAJO A. FAKHRUL RIJAL SATUKAN OPD, GERAKKAN PISOTA MENUJU ADIPURA 2026


INDEPENDEN.CO.ID
WAJO, 9 Oktober 2026
– Langkah berani diambil Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, A. Fakhrul Rijal B, S.T., M.M. Ia mengundang seluruh Sekretaris Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Wajo untuk duduk bersama dalam satu meja konsolidasi.

Bukan sekadar rapat. Ini adalah gerakan menyatukan langkah, memperkuat sinergi lintas OPD untuk satu tujuan besar: mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih baik, Wajo yang bersih, dan kesiapan meraih Adipura 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum membangun komitmen bersama dalam mendukung kebijakan nasional Presiden Prabowo Subianto.

Ada lima agenda krusial yang menjadi fokus bersama:

1. Dukung Indonesia Zero Sampah 2029 & Gerakan Indonesia AsriSejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, seluruh sampah harus terkelola optimal dari sumber hingga Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Semangat Indonesia Asri harus menjadi budaya: hidup bersih, kurangi sampah, pilah dan olah secara bertanggung jawab.

2. Wujudkan Wajo Bersih, Sehat, dan HijauWajo yang resik dan indah butuh keterlibatan semua pihak. Pengelolaan sampah wajib dimulai dari rumah tangga, kantor pemerintahan, sekolah, warkop, kafe, hotel, pasar, hingga semua fasilitas umum.

3. Implementasi Perda No. 8 Tahun 2022 tentang Pengelolaan SampahPerda ini adalah landasan hukum. Kesadaran memilah dan mengolah sampah dari sumbernya harus menjadi kewajiban seluruh OPD, masyarakat, dan dunia usaha.

4. Dukung Pelepasan Sanksi TPA CempalagiKunci perbaikan TPA Cempalagi ada di hulu. Sampah yang masih bernilai harus dipilah dan diolah di sumbernya, sehingga yang masuk ke TPA hanya residu yang benar-benar tidak bisa dimanfaatkan lagi.

5. Bersama Menuju Adipura 2026Adipura bukan hanya soal jalan bersih dan sampah terangkut. Adipura adalah tentang perubahan perilaku total: pengurangan timbulan sampah, pemilahan, pengolahan organik, pemanfaatan anorganik, dan pemeliharaan lingkungan berkelanjutan.

GERAKAN PISOTA JADI GERAKAN BERSAMA

Untuk mengawal 5 agenda itu, DLH Wajo menggaungkan Gerakan PISOTA: Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta.

PISOTA adalah gerakan kolektif yang mengajak pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan dunia pendidikan mengambil peran nyata.

Kuncinya sederhana tapi wajib konsisten: setiap rumah, kantor, sekolah, dan tempat usaha WAJIB memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.

DLH merekomendasikan 2 langkah praktis PISOTA:

1. Biopori untuk sampah makanan & dapur: Setiap rumah/kantor wajib punya ember biopori untuk mengubah sisa makanan menjadi kompos.

2. Karung Waring untuk botol plastik: Sediakan wadah khusus agar botol plastik tidak tercampur dan bisa didaur ulang.

SURAT KAWAN BIOPORI: SATU RUMAH SATU KARUNG WARING DAN BIOPORI

Sebagai implementasi nyata PISOTA, DLH mendorong Gerakan SURAT KAWAN BIOPORI.

Gerakan ini mengajak setiap rumah tangga membiasakan 2 hal: sediakan biopori untuk organik dan karung waring untuk botol plastik.

Budaya baru ini harus dimulai dari rumah sendiri, lalu menular ke kantor dan lingkungan kerja.

Kadis DLH Wajo, A. Fakhrul Rijal menegaskan, Sekretaris OPD harus menjadi pelopor.

"Mari kita belajar dan bergerak bersama melalui Gerakan PISOTA. Mulai dari diri sendiri, mulai dari rumah sendiri, dan mulai dari lingkungan kerja kita. Sampah harus dipilah dan diolah sejak dari sumbernya, bukan semuanya dibuang ke TPA," tegasnya.

Ia menambahkan, DLH tidak bisa bekerja sendiri.

"Kebersihan bukan tanggung jawab DLH semata, tetapi tanggung jawab kita semua. Dengan kebersamaan dan tindakan nyata, kita optimistis dapat mewujudkan Wajo Bersih, Sehat, dan Hijau, mendukung Indonesia Zero Sampah 2029, memperbaiki pengelolaan TPA Cempalagi, serta mempersiapkan diri menuju Adipura 2026."

PISOTA – Pilah Sampahta, Olah Sampahta, Tanami Pekaranganta.SURAT KAWAN BIOPORI – Satu Rumah Satu Karung Waring dan Biopori. (Yusri)