BREAKING NEWS

Kepala PPAPT Kemendiktisaintek: Pembiayaan Pendidikan Harus Berdampak pada Kompetensi Mahasiswa


INDEPENDEN.CO.ID | SEMARANGKepala Pusat Pembiayaan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kemendiktisaintek RI, Indra Ni Tua, S.T., M.Comm, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan pembiayaan dan asesmen pendidikan tinggi guna melahirkan lulusan yang mandiri secara intelektual serta kompetitif secara global.

Pernyataan tersebut disampaikan pada Seminar Nasional bertema “Pemimpin Generasi Emas Indonesia: Kemandirian Intelektual & Ekonomi” yang diselenggarakan Permadani Diksi KIP-K Nasional di Kampus 2 Universitas Wahid Hasyim, pada Kamis (8/1/2026).

Menurut Indra, pembiayaan pendidikan tidak hanya berfokus pada perluasan akses, tetapi harus mendorong peningkatan kualitas lulusan melalui sistem asesmen yang komprehensif.

"Setiap rupiah pembiayaan pendidikan harus berdampak pada peningkatan kompetensi mahasiswa — kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, serta kesiapan memasuki dunia kerja dan wirausaha," ujarnya.

Indra juga mengajak mahasiswa penerima Program KIP-K untuk memiliki visi jangka panjang serta memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.

"Pemerintah menyediakan layanan beasiswa. Namun para penerima beasiswa harus mampu memberikan dampak, antara lain melalui penelitian dan karya tulis yang bermanfaat. Kami menyiapkan platform agar karya tersebut dapat dimanfaatkan secara luas," jelasnya.

Ia menekankan pentingnya penguatan asesmen berbasis proyek, magang yang berdampak, riset terapan, dan inovasi mahasiswa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menilai tidak hanya pengetahuan, tetapi juga karakter, etos kerja, serta kemampuan beradaptasi.

Lebih lanjut, Indra menyoroti perlunya sinergi antara perguruan tinggi, industri, dan kebutuhan ekonomi nasional. Skema pembiayaan diarahkan untuk memperkuat riset, inkubasi bisnis mahasiswa, serta program kewirausahaan.

"Kemandirian intelektual harus berjalan seiring dengan kemandirian ekonomi. Pendidikan tinggi berperan strategis dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berdaulat secara ilmu dan produktif secara ekonomi," tegasnya.

Seminar nasional ini mempertemukan unsur legislatif, pemerintah, dan perguruan tinggi untuk merumuskan strategi penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Pandangan Kepala PPAPT menegaskan bahwa reformasi pembiayaan dan asesmen merupakan fondasi penting peningkatan kualitas lulusan Indonesia.(by)