KONSOLIDASI NASIONAL SUPER TANI INDONESIA Menyongsong Era B50, Memperkuat Ketahanan Pangan, dan Membuka Jalan Go Organik Internasional
INDEPENDEN.CO.ID Jakarta, 8 Oktober 2026 — PT Super Tani Indonesia memperkuat langkah ekspansi nasional dan internasional melalui konsolidasi dan silaturahmi tingkat nasional yang digelar di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Ia menegaskan, Kegiatan tersebut dipimpin AUM – Andi Undru Mario, bersama jajaran Pembina, Pengendali Utama Nasional/Internasional, serta manajemen PT Super Tani Indonesia. Konsolidasi menjadi momentum untuk menyatukan visi, memperkuat soliditas organisasi, memperluas jaringan pasar, sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem pertanian Indonesia yang produktif, mandiri, berkelanjutan, dan berdaya saing.
MENYONGSONG ERA B50, MEMPERKUAT EKOSISTEM PERTANIAN
Menyongsong era B50, penguatan sektor pertanian dan perkebunan dipandang perlu dilakukan secara menyeluruh. Kelapa sawit menjadi salah satu komoditas strategis, namun peluang pengembangan pasar pertanian Indonesia jauh lebih luas.
Selain komoditas bernilai ekspor seperti kakao/cokelat, cengkeh, dan kopi, sektor pangan seperti jagung dan berbagai komoditas palawija juga memiliki pangsa pasar yang besar dan strategis bagi ketahanan pangan nasional.
Jagung, kedelai, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, ubi jalar, serta berbagai tanaman pangan lainnya merupakan bagian penting dari rantai pangan sekaligus memiliki potensi ekonomi yang terus berkembang.
Dalam konteks tersebut, Pupuk Organik Plus Super Tani Indonesia diarahkan untuk dapat diaplikasikan pada berbagai komoditas tanaman, dengan edukasi dan pendampingan yang disesuaikan dengan karakteristik serta kebutuhan masing-masing komoditas," tegasnya.
DARI KETAHANAN PANGAN MENUJU KESEJAHTERAAN PETANI
Gerakan Super Tani Indonesia juga diarahkan untuk mengambil bagian dalam penguatan ketahanan dan swasembada pangan nasional.
Menurut AUM, pertanian Indonesia tidak cukup hanya berorientasi pada peningkatan produksi. Produktivitas perlu diikuti dengan peningkatan kualitas, efisiensi, nilai tambah, daya saing, serta penguatan posisi petani dalam rantai ekonomi," tambahnya.
“Pertanian harus tumbuh dari desa, diperkuat oleh petani, didukung teknologi, dan dipasarkan melalui kekuatan digital,” menjadi semangat yang dibawa dalam konsolidasi tersebut.
AUM menuturkan, TARGET 80.000 DESA/KELURAHAN
Salah satu strategi besar Super Tani Indonesia adalah memperluas penetrasi pasar hingga 80.000 desa/kelurahan di seluruh Indonesia.
Strategi tersebut dibangun melalui penguatan jaringan petani, agen, komunitas, mahasiswa, generasi muda, dan ekosistem digital.
Gambaran sederhananya, apabila satu petani menggunakan 5 karton, maka nilai pembelian mencapai:
5 karton × Rp2.400.000 = Rp12.000.000 per petani.
Jika terdapat 5 petani, potensi transaksi menjadi:
5 petani × Rp12.000.000 = Rp60.000.000.
Ilustrasi tersebut menunjukkan besarnya potensi pasar apabila penggunaan produk berkembang secara kolektif dari tingkat petani, kelompok, desa hingga jaringan nasional," tuturnya.
"Dengan basis pasar 80.000 desa/kelurahan, Super Tani Indonesia menargetkan terbentuknya jaringan pasar yang kuat sebagai bagian dari strategi menuju target omzet Rp9,5 triliun.
DIGITALISASI PERCEPAT PENETRASI PASAR
Untuk mencapai target tersebut, edukasi pertanian akan diperkuat melalui media sosial dan ekosistem digital, dengan melibatkan content creator, mahasiswa, Gen Z, komunitas petani, agen, serta jaringan Super Tani Indonesia di berbagai daerah.
Digitalisasi dipandang sebagai akselerator untuk mempercepat penyebaran informasi, edukasi penggunaan produk, membangun komunikasi langsung dengan petani, serta memperluas jangkauan pasar.
Dari satu petani berkembang menjadi kelompok. Dari kelompok menjadi desa. Dari desa menuju kabupaten. Dari kabupaten menembus pasar nasional.
DARI PASAR NASIONAL MENUJU GO ORGANIK INTERNASIONAL
Konsolidasi nasional ini tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan pasar, tetapi juga membangun fondasi gerakan pertanian organik dan berkelanjutan yang berakar kuat di desa-desa Indonesia.
Super Tani Indonesia menempatkan target 80.000 desa/kelurahan sebagai salah satu fondasi pengembangan pasar nasional, sekaligus langkah awal menuju visi Go Organik Internasional.
Dengan mengintegrasikan pertanian, pangan, perkebunan, komoditas ekspor, edukasi, teknologi, digitalisasi, dan jaringan petani, Super Tani Indonesia berkomitmen mengambil bagian dalam membangun pertanian Indonesia yang produktif, mandiri, berkelanjutan, dan memiliki daya saing global.
Konsolidasi Jakarta menjadi penegasan bahwa ekspansi Super Tani Indonesia akan dibangun melalui satu visi, satu gerakan, dan satu tekad untuk memperluas manfaat inovasi pertanian hingga ke tingkat akar rumput
SATU VISI. SATU GERAKAN. SATU TEKAD.
Tekad Kami Hanya Satu, Petani Indonesia Harus Maju! ,"tutupnya.
