SAMARINDA MEMANAS! AUM: B50 ADALAH TARUHAN HARGA DIRI PETANI SAWIT INDONESIA
INDEPENDEN.CO.ID SAMARINDA – Selasa, 7 Oktober 2026, Hotel Golden Season menjadi saksi meledaknya semangat baru. Jika biasanya workshop formal dan kaku, kali ini berbeda. Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) se-Kalimantan Timur mendadak bergelora.
Adalah Andi Undru Mario, Pioner Pertanian yang akrab disapa AUM, yang membakar panggung dengan prosentase motivasi yang tidak biasa.
Di hadapan forum lengkap yang jarang terjadi – ada petani sawit, ada bos-bos perusahaan besar, ada bank, ada pemerintah – AUM tidak basa-basi.
"Jangan bicara B50 kalau petani masih miskin! Jangan bicara energi nasional kalau produktivitas sawit masih rendah!" tegas AUM.
Menurut AUM, B50 adalah ujian. Ujian apakah Indonesia mampu mengelola sawitnya sendiri untuk kejayaan bangsanya sendiri. Dan kuncinya hanya satu: petani harus kuat dulu.
AUM memaparkan 4 jurus pamungkas menyongsong B50:
1. Sinergi Tanpa Sekat: Petani, Pengusaha, Pemerintah dan Perbankan harus duduk satu meja, bukan saling curiga.2. Inovasi Berani: Tinggalkan cara lama yang merusak tanah. Saatnya pupuk organik, teknologi, dan peremajaan.3. Produktivitas Harga Mati: Sawit Indonesia harus naik kelas dari 2 ton menjadi 4 ton per hektar.4. Petani Jadi Raja: Semua kebijakan B50 harus bermuara pada kesejahteraan petani di kebun.
Acara yang dihadiri langsung oleh Komisaris Super Tani Mirnawati Undru dan Wadirut Hj. Suryani Sarpol ini benar-benar menjadi panggung pembuktian.
Di tengah-tengah motivasi, AUM melakukan dua aksi nyata yang membuat ruangan gemuruh:
PERTAMA, Penyerahan kunci mobil kepada H. Oscar Cristy dari Kotabaru, Kalsel. Pemenang Gebyar Super Tani Tahap II ini adalah bukti hidup bahwa Super Tani tidak pernah main-main dengan hadiah. Petani biasa bisa bawa pulang mobil!
KEDUA, AUM mengumumkan pembagian ribuan paket Pupuk Super Tani untuk demplot gratis bagi semua anggota FPKS Kaltim yang hadir. "Buktikan sendiri, jangan percaya kata saya!" ujar AUM.
Inilah yang membedakan Super Tani. Dari Bengkulu kami memulai sumpah, di Samarinda kami membayar lunas dengan kerja nyata. Ini bukan lagi tentang pupuk, ini adalah gerakan besar.
Gerakan dari petani untuk mengawal B50 agar benar-benar menjadi berkah, bukan beban.
Di akhir acara, seluruh peserta bersama AUM meneriakkan yel-yel yang akan terus terngiang:
PETANI KALTIM BERSATU!SAWIT INDONESIA MAJU!B50 HARGA MATI!SUPER TANI LUAR BIASA!
