BREAKING NEWS

AS Persiapkan Pengganti Maduro, Minyak Venezuela Bukan Buat Sekarang


INDEPENDEN.CO.ID | NEW YORK Sedang menunggu apa langkah Saudi dan OPEC+ atas rencana yang ingin berbisnis minyak kental Venezuela.

Sebelum melancarkan aksi jualan minyak, Trump harus memastikan pengganti Maduro adalah pihak yang bisa diajak kerja sama.

Trump tak mau ambil resiko memaksakan pergantian rezim lewat kekerasan. Pendukung Maduro atau Chavez yang sosialis anti imperialisme masih banyak dari generasi tua. 
Sementara kalangan muda pro Demokrasi malah banyak yang lari ke luar negeri. 8 juta orang kabur dari Venezuela akibat kehancuran ekonomi yang dibikin Maduro.

Satu keuntungan AS adalah pengganti Maduro perempuan, Trump sepertinya lebih mudah menekan dan mengancamnya. Kalaupun tidak diancam, perempuan biasanya lebih mudah dirayu atau dibujuk.

Venezuela silahkan berbisnis dengan China, Rusia atau negara lain, tapi ingat yang dibutuhkan Venezuela bukanlah China atau Rusia, melainkan pencabutan sanksi oleh AS. Kira-kira begitu, kata Trump.

Jadi isu Venezuela bakal diganti tokoh oposisi pro IsraeI yang berada di luar negeri itu masih jauh, tidak realistis untuk saat ini. Tump tak peduli hal begituan, dia lebih memikirkan pendaratan mulus Amerika di Venezuela pasca Maduro.

Penguasaan Amerika atas separuh cadangan minyak bumi dunia tentu mengusik pemain lama, yaitu Arab Saudi. Arab tidak akan mau kehilangan dominasinya atas industri minyak bumi.

12 tahun lalu ketika Kanada dan Amerika utara sedang booming penemuan cadangan raksasa pasir minyak (produk hidrokarbon paling jelek), Saudi meluncurkan perang harga dengan meningkatkan produksi harian besar-besaran, membuat harga minyak dunia turun tajam.

Investor pasir minyak Amerika bangkrut. Rusia pun sampai krisis ekonomi. Venezuela mulai memiskin.

Hanya pakde yang dapat berkah atas turunnya harga minyak 12 tahun lalu. Pakde menaikkan harga BBM dengan alasan subsidi bengkak di APBN, eh begitu harga minyak dunia turun ke titik terendah, premium tidak ikut turun.

Walau menguasai, lebih tepatnya mempengaruhi, separuh cadangan minyak dunia, tapi minyak-minyak di bawah kaki AS ini punya kelemahan yaitu bersifat berat, asam dan pasir. Butuh biaya besar untuk mengolahnya sampai produk jadi.

Jika Arab Saudi dalam posisi kontra seperti 12 tahun lalu, dibanjirilah pasar dunia dengan minyak Arab yang lebih berkualitas. Dengan harga rendah, rencana Trump berbisnis minyak di Venezuela akan mangkrak.

Agar minyak Venezuela bisa untung, harga pasar harus tinggi di atas 60 Dollar per barel. Naik 10 Dollar dari rata-rata harga sekarang.

Bisakah Trump melobi Saudi? Melobi Saudi artinya harus kasih sajen ke Ben Salman. Sajen terbaik yang dimiliki AS saat ini adalah F-35.

Kalau tidak mau melakukan deal dengan Arab, untuk mengatrol harga minyak, maka jalan lainnya adalah memprovokasi konflik dengan Iran.

Ada analisa lain, AS ini visioner, bisa jadi cadangan minyak Venezuela bukan buat sekarang. Melainkan menjamin kebutuhan energi AS di masa depan.

Oleh: Pega Aji Sitama