Hari Pertama 2026, Harga Sembako Naik di Pasar Tradisional
Font Terkecil
Font Terbesar
INDEPENDEN.CO.ID | JAKARTA — Sejumlah pasar tradisional di Jakarta, Tangerang dan Bekasi pada hari pertama tahun 2026, terpantau tampak sepi oleh kehadiran para pedagang.
Sebaliknya, jumlah pembeli cukup banyak, sehingga hal tersebut menyebabkan kemacetan di sejumlah titik. Pemandangan itu terlihat di Pasar Kamis, Tangerang, Pasar Induk Jakarta Timur, Pasar PSPT Tebet, pasar tradisional Rawajati dan pasar Minggu di Jakarta Selatan.
Hasil Tim Monitoring awak media, didapati banyak keluhan dari sejumlah pembeli yang menyebutkan harga sejumlah kebutuhan pokok (Sembako) pada Kamis (1/1) mengalami kenaikan yang cukup signifikan.
Sejumlah pedagang yang ditemui mengakui adanya kenaikan harga sembako hari ini seperti telur, sayur sawi, cabai, bawah merah, Jahe, Kunyit, Tomat dan beras, rata-rata naik dari Rp3000 hingga Rp.5000 per item. Meski variatif, kenaikan harga sembako ini cukup mengejutkan bagi warga yang tengah berbelanja.
"Harga hari ini rata-rata naik Bang, sekitar Rp.5000an, mungkin karena masih suasana tahun baru," kata Ibu Zubaidah, warga tebet yang ditemui di pasar PSPT Tebet, Jakarta Selatan.
Alasan pedagang menaikkan harga karena stok kebutuhan menipis, belum ada kiriman barang dan sayuran yang masuk hingga pagi tadi.
"Sudah dua hari ini tidak ada kiriman sayuran dari Lampung dan Brebes, karena di sejumlah wilayah dilanda banjir dan longsor," jelas Rifai, bandar besar di Pasar Induk Jakarta.
Menurutnya, kenaikan harga juga disebabkan karena jasa angkutan yang menaikkan tarif lebih dahulu, hingga dua kali lipat dari harga semestinya.
Hasil pantauan Suara Negeri, masih banyak pasar tradisional yang belum buka pada hari ini.
Hal tersebut juga diakui oleh sejumlah pedagang yang menyebabkan kebutuhan sembako naik drastis hari ini.
Ferdyansyah, pedagang beras di Pasar Minggu menyatakan kenaikan tersebut kemungkinan akan berlangsung hingga beberapa hari kedepan.
"Belum bisa kita pastikan kapan kondisi ini bisa kembali normal, mengingat sejumlah wilayah penghasil palawija banyak yang mengalami musibah banjir dan longsor," ungkapnya.
Namun menurut bandar telur Sugianto di pasar induk Jakarta, di prediksi hal tersebut akan berlangsung hingga sepekan mendatang.
"Berdasarkan trend tahun tahun lalu, hal seperti ini biasanya berlangsung sekitar satu mingguan," kata dia.
Sementara, disitat situs Info Pangan Jakarta (IPJ) hari ini menyebut harga pangan di seluruh DKI Jakarta ada kenaikan, untuk beberapa jenis sembako, seperti:
Beras IR. I (IR 64) Rp 15.558/kg, Beras Muncul .I Rp 15.167/kg, Beras IR 42/Pera Rp 16.130/kg, Minyak Goreng (Kuning/Curah) Rp 19.760/kg, Cabe Rawit Hijau Rp 73.000/kg dan Bawang Merah Rp 48.400/kg. (Sri/Fed/Dea/R-01)
