Nicolas Maduro Ditahan AS, Venezuela Bukan Gaza
Font Terkecil
Font Terbesar
INDEPENDEN.CO.ID | NEW YORK — Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, ditahan di sebuah pusat penahanan di New York pada Minggu (4/1/2026), menyusul operasi penangkapan besar-besaran yang diperintahkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Maduro kini menunggu proses hukum atas dakwaan terkait kejahatan narkotika.
Trump menyatakan Amerika Serikat akan mengambil alih kendali atas negara penghasil minyak tersebut.
Keputusan Trump tersebut menuai reaksi keras dari sejumlah pemimpin dunia. Banyak pihak mengingatkan kembali pada sejarah kelam intervensi militer AS di Irak, Afghanistan, dan negara lain.
Meskipun posisi Maduro memang lemah akibat pemerintahannya yang otoriter serta adanya bukti kuat kecurangan pemilu.
Venezuela Bukan Gaza
Sebuah negara besar dengan luas sekitar 912.000 km², hampir 2.500 kali lebih luas dari Gaza dengan populasi 28–30 juta dan kekuatan militer ratusan ribu personel, akhirnya dilumpuhkan AS hanya dalam hitungan jam.
Presiden Maduro dan istrinya dilaporkan dibawa dari istana, dan kemudian diterbangkan ke AS.
Sementara Gaza, Wilayah kecil seluas 365 km² (panjang sekitar 41 km, lebar 6–12 km) ini dihuni lebih dari 2 juta jiwa, dengan tingkat kepadatan ekstrem, ternyata bisa-bisanya bertahan sendirian menghadapi seluruh kekuatan militer poros AS-Israel selama bertahun-tahun, tanpa pernah menyerah secara total.
Justru dari perbandingan angka-angka ini terlihat jelas, betapa luar biasanya ketangguhan dan daya tahan perlawanan pejuang Gaza.
Sebuah legenda ketabahan yang nyata. (via/Aljazeera)
