Wow, Gen Z Mendukung Konten, PT Super Tani Indonesia Optimis Raup Laba Hingga Rp 1 Triliun
Font Terkecil
Font Terbesar
INDEPENDEN.CO.ID MAKASSAR – Dukungan luar biasa dari Generasi Z melalui gerakan konten digital menjadi amunisi baru bagi PT Super Tani Indonesia untuk mengakselerasi pasar pertanian nasional. Melalui NGOPILO Challenge Kedua, perusahaan optimis mampu membangun ekosistem pasar yang berkelanjutan dan meraup laba hingga Rp 1 Triliun.
Hal itu disampaikan Pioner Pertanian Indonesia, Andi Undru Mario (AUM), menanggapi antusiasme Gen Z yang siap membuat ribuan konten tentang Pupuk STI.
Menurut AUM, strategi besar PT Super Tani Indonesia adalah membangun market berbasis 80.000 desa dan kelurahan di seluruh Indonesia, dengan minimal 5 petani di setiap desa sebagai bagian dari ekosistem pengguna Super Tani.
“Program Gebyar Super Tani mulai dari hadiah motor, mobil Grand Max, Pajero Sport hingga rumah senilai Rp1 miliar menjadi salah satu instrumen untuk mendorong edukasi, promosi, loyalitas, sekaligus memperluas jaringan pasar,” ujar AUM.
Hitungan Potensi Rp 9,6 Triliun
Secara hitungan bisnis, AUM memaparkan ilustrasinya. Apabila 80.000 desa masing-masing melakukan pembelian minimal 1 karton dengan nilai Rp2,4 juta, maka potensi transaksi mencapai Rp192 miliar. Namun, apabila target pembelian dinaikkan menjadi rata-rata 5 karton per desa, potensinya mencapai Rp960 miliar per musim tanam.
“Dengan dukungan Gen Z melalui media sosial, kami ingin menciptakan akselerasi promosi hingga 1.000 kali lipat. Jika ekosistem pasar tersebut berkembang secara konsisten dalam 10 musim tanam, maka potensi transaksinya secara ilustratif dapat mencapai Rp9,6 triliun,” jelasnya.
AUM menegaskan, target tersebut bukan sekadar mengejar angka omzet. Pihaknya ingin membangun pasar pertanian yang berkelanjutan, berbasis edukasi, penggunaan produk, pengalaman petani, dan kekuatan promosi digital.
Peluang ini semakin besar karena Pupuk STI dapat digunakan pada 34–40 komoditas tanaman, sehingga ruang pertumbuhannya sangat luas.
“Atas dasar itu, kami optimistis bahwa target laba hingga Rp1 triliun
merupakan sebuah aspirasi yang dapat dikejar, tetapi pencapaiannya tetap bergantung pada volume penjualan, biaya produksi, distribusi, pemasaran, dan efisiensi operasional,” tegasnya.
Gen Z Mesin Komunikasi Baru Pertanian
Bagi AUM, Gen Z bukan sekadar pembuat konten. Mereka adalah mesin komunikasi baru pertanian Indonesia yang mampu membawa informasi dari satu desa ke desa lainnya, dari satu petani ke jutaan masyarakat melalui media sosial.
“Inilah yang kami sebut sebagai percepatan 1.000 kali lipat:
mempercepat edukasi, mempercepat promosi, mempercepat pembentukan pasar, dan pada akhirnya mempercepat terwujudnya pertanian Indonesia yang maju dan berkelanjutan. Tekad kami hanya satu: Petani Indonesia Harus Maju,” tutup AUM. (Yusri)
