BREAKING NEWS

20 Ormas dan LSM Deklarasikan LION, Siapkan Kolaborasi Sambut 5 Abad Jakarta


INDENPENDEN.CO.ID
JAKARTA
— Sebanyak 20 organisasi kemasyarakatan (ormas) dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) mendeklarasikan pembentukan Lintas Ormas Nusantara (LION) sebagai wadah kolaborasi lintas organisasi, pada Minggu (30/8/2026).

Pembentukan LION menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi antarormas dan LSM, khususnya dalam menyiapkan berbagai program sosial kemasyarakatan menjelang peringatan 5 Abad Jakarta pada 22 Juni 2027.

Pertemuan para inisiator dipimpin Ketua Umum APIJ, Parluhutan Simanjuntak, SH. Dalam forum tersebut, peserta menyepakati pembentukan LION sekaligus mendorong proses legalisasi organisasi agar dapat segera menjalankan program-program kolaboratif.

“Gagasan ini menjadi momentum kebangkitan LSM Indonesia,” kata Parluhutan.

Menurut dia, LION diharapkan menjadi ruang bersama bagi berbagai organisasi untuk menghimpun potensi dan kekuatan sosial yang selama ini berjalan secara terpisah.

Wasekjen DPP GBRAN, Mahdi Prijatna, selaku salah satu inisiator LION mengatakan organisasinya menjadi salah satu pihak yang sejak awal mendorong gagasan kolaborasi lintas organisasi dalam rangka menyambut lima abad Jakarta.

“Kami dari GBRAN adalah salah satu pencetus persiapan 5 Abad Jakarta dan inisiator pembentukan Lintas Ormas Nusantara yang akan direalisasikan menjadi LION. Kami mendukung penuh hingga terbentuknya LION dan terlaksananya agenda besar 5 Abad Jakarta,” ujar Mahdi.

Sementara itu, Bendahara Umum DPP JAMIRA, Khairul Basri, mendorong agar proses legalitas LION segera diselesaikan sehingga organisasi tersebut dapat mulai menyusun dan menjalankan program secara terukur.

“Saya mengusulkan agar legalitas perkumpulan LION segera direalisasikan. Dengan demikian, program-program LION dalam rangka menyambut 5 Abad Jakarta dapat mulai dipersiapkan dan dilaksanakan sejak 2026,” kata Khairul.

Ia menilai momentum persiapan menuju 5 Abad Jakarta dapat menjadi pintu masuk bagi ormas dan LSM untuk menghadirkan kegiatan yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

Pembentukan LION juga diarahkan tidak sekadar menjadi forum silaturahmi antarorganisasi, tetapi menjadi wadah untuk mengembangkan program bersama di bidang sosial, pemberdayaan ekonomi masyarakat, perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kejahatan, hingga penguatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi hadir dalam pertemuan tersebut, antara lain Ketua Umum DPP JAS M. Zakaria, Ketua Umum APIJ Parluhutan Simanjuntak, Ketua BPW Jabodetabek APIJ Reinhard RB, Sekretaris BPW Jabodetabek APIJ Theo David, serta jajaran LCKI BPD Provinsi DKI Jakarta yang terdiri atas Yahya Tanpono, Edi Prabowo, dan Yuli Devina.

Hadir pula Dr. Douglas Pasaribu, M.A.Ec, Dr. Ir. Lely Wahyuniar, M.Sc., CPC, perwakilan GKJI DKI Muslimin/Tumini, Wasekjen DPP GBRAN Mahdi Prijatna, Harunul Iksan, MHK dari Merdeka Hakikat Keadilan, tiga wakil ketua umum Perkumpulan Waktu Indonesia Bergerak (WIB), serta perwakilan DPP BMMB, ICMI Muda DKI Jakarta, P3DI dan JBI Jakarta.

Ketua Umum Jaringan Media Indonesia Raya (JAMIRA), RM Gusti Haes, turut hadir dalam pertemuan tersebut.

Para inisiator selanjutnya akan mematangkan struktur organisasi, legalitas, serta agenda kerja LION. Wadah tersebut diharapkan mampu mempertemukan berbagai kekuatan masyarakat sipil dalam satu gerakan kolaboratif yang konstruktif bagi Jakarta dan Indonesia.

Dengan semangat lintas organisasi, LION diharapkan menjadi salah satu wadah yang ikut mengisi perjalanan menuju 500 tahun Jakarta melalui program-program yang konkret, inklusif dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat. (jamira)